Selasa, 26 Juni 2012

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG VOLUM DAN LUAS SISI BRSL
SISWA KELAS IXF SMP NEGERI 13 PURWOREJO
Oleh. Teguh Widodo, S.Pd., M.M
(Guru Matematika SMP Negeri 13 Purworejo)

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung melalui pendekatan konstruktivistik bagi siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo semester gasal tahun pelajaran 2007/2008.
Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan pada bulan Juli sampai bulan Desember 2007 di SMP Negeri 13 Purworejo Jalan Tentara Pelajar N0 2 Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 40 anak.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu menentukan perencanaan tindakan, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan hasil tindakan dan melakukan refleksi dari hasil pengamatan. Tiap siklus menggunakan menggunakan pendekatan konstruktivistik.
Hasil penelitian menunjukkan ada kenaikan rata-rata hasil evaluasi dari 62,25 pada kondisi awal menjadi 68,00 pada evaluasi siklus I dan 68,75 pada evaluasi siklus II, sehingga dapat dikatakan ada kenaikan sebesar 5,75 dari kondisi awal ke siklus 1, kenaiakan 0,75 dari siklus I ke siklus II serta kenaikan 6,50 dari kondisi awal ke siklus II. Banyaknya siswa yang mendapatkan nilai diatas batas tuntas pada kondisi awal adalah 27 menjadi 30 anak pada siklus I dan 31 anak pada siklus II, sehingga dapat dikatakan ada kenaikan sebanyak 3 anak dari kondisi awal ke siklus 1, kenaiakan 1 anak dari siklus I ke siklus II serta kenaikan sebanyak 4 dari kondisi awal ke siklus II.  Banyaknya siswa yang mendapatkan nilai diatas 60,00 juga mengalami kenaikan dari 67,5 % menjadi 75 % di siklus I dan 77,50 % pada evaluasi siklus II, sehingga dapat dikatakan ada kenaikan sebesar 7,5% dari kondisi awal ke siklus 1, kenaiakan 7,5% dari siklus I ke siklus II serta kenaikan 15% dari kondisi awal ke siklus II.

Kata Kunci: Konstruktivistik, Pembelajaran, Bangun Ruang Sisi Lengkung.


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hasil belajar siswa dapat dilihat dari perolehan nilai ulangan harian. Hasil belajar matematika tentang volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX F semester gasal SMP Negeri 13 Purworejo sangat rendah yakni dengan rata-rata nilai 62,25. Dari 40 siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo, 13 anak atau lebih dari 30% anak memperoleh nilai dibawah batas tuntas. Padahal batas tuntas untuk mata pelajaran matematika adalah 60 dengan skala nilai 10 – 100.
Padahal prestasi hasil belajar siswa yang rendah tersebut dapat lebih ditingkatkan. Untuk itulah peneliti tertarik melakukan penelitian tindakan kelas dengan harapan setelah dilakukan penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo..
Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika tentang volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung bagi siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor siswa, faktor materi, faktor guru, faktor proses dan sebagainya. Salah satu faktor proses tersebut adalah kurang tepatnya pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru dalam membahas materi tentang volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung.
Banyak pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, tetapi dalam penelitian ini peneliti hanya akan meneliti satu pendekatan saja yaitu pendekatan konstruktivistik. Dengan menggunakan pendekatan konstruktifistik diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung bagi siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo.
Untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX F, peneliti perlu melakukan tindakan dengan menggunakan pendekatan kostruktivistik dalam pembelajaran. Pada siklus I peneliti akan menggunakan pendekatan konstruktifistik dengan penugasan tugas kelompok besar dimana satu kelompok terdiri dari lima sampai tujuh siswa, sedangkan pada siklus II peneliti akan menggunakan pendekatan konstruktifistik dengan penugasan tugas kelompok kecil dimana satu kelompok terdiri dua siswa yakni dengan teman sebelahnya dalam satu meja.
Rumusan Permasalahan
Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah pendekatan konstruktivistik dapat meningkatkan hasil belajar volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung bagi siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo semester gasal tahun pelajaran 2007/2008?
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung melalui pendekatan konstruktivistik bagi siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo semester gasal tahun pelajaran 2007/2008.

KAJIAN TEORI
Pendekatan Konstruktivistik
Menurut Yulaelawati (2004: 54) dalam teori konstruktivistik, belajar merupakan proses yang aktif dimana pengetahuan dikembangkan berdasarkan pengalaman dan perundingan (negosiasi) makna melalui berbagai informasi atau mencari kesepakatan dari berbagai pandangan melalui interaksi atau kerja sama dengan orang lain.
Berdasarkan hasil – hasil eksperimen dan observasi yang dilakukan oleh Bruner dan Kenney, pada tahun 1963 (Lambas, 2004: 10) kedua pakar tersebut mengemukakan empat prinsip tentang cara belajar dan mengajar matematika yang masing – masing mereka sebut sebagai “teorema”. Keempat teorema tersebut adalah teorema konstruksi, teorema notasi, teorema kekontrasan dan variasi serta teorema konektivitas.
Di dalam teorema konstruksi dikatakan bahwa cara yang terbaik bagi seseorang siswa untuk mempelajari sesuatu konsep atau prinsip dalam matematika adalah dengan mengkonstruksi sebuah representasi dari konsep atau prinsip tersebut. Siswa yang lebih dewasa mungkin bisa memahami suatu konsep atau suatu prinsip dalam matematika hanya dengan menganalisis sebuah representasi yang disajikan oleh guru mereka; akan tetapi, untuk kebanyakan siswa, khususnya untuk siswa yang lebih muda, proses belajar akan lebih baik jika para siswa mengkonstruksi sendiri representasi dari apa yang dipelajari tersebut. Alasannya, jika para siswa bisa mengkonstruksi sendiri representasi tersebut mereka akan lebih mudah menemukan sendiri konsep atau prinsip yang terkandung dalam representasi tersebut, sehingga untuk selanjutnya mereka juga mudah untuk mengingat hal – hal tersebut dan dapat mengaplikasikannya dalam situasi – situasi yang sesuai.

Pembelajaran.
Pembelajaran yang dalam hal ini pengajaran menurut Rohani(2001: 01) merupakan aktivitas (proses) yang sistematis dan sistematik yang terdiri atas banyak komponan. Lebih lanjut Rohani (2004: 04) menjelaskan bahwa suatu pengajaran akan bisa disebut berjalan dan berhasil secara baik, manakala ia mampu mengubah diri peserta didik dalam arti yang luas serta mampu menumbuhkembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat dalam proses pengajaran itu, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadinya.
Nana Sudjana (2005: 29) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Kegiatan belajar yang terjadi pada diri peserta didik sebagai akibat dari kegiatan pembelajaran.

Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar seorang peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor. Hasil belajar adalah umpan balik apa yang telah dilakukan dalam pembelajaran (Rohani. 2004: 178). Hasil belajar merupakan alat untuk melihat kemajuan belajar siswa dalam penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Hasil belajar diperoleh melalui belajar. Suharsimi (2000: 19) mengartikan belajar adalah suatu proses yang terjadi karena adanya usaha utnuk mengadakan perubahan terhadap diri, baik berupa pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
Belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Belajar merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku karena adanya reaksi terhadap suatu situasi tertentu dan karena proses yang terjadi secara internal di dalam diri seseorang.

Volum dan Luas Sisi Bangun Ruang Sisi Lengkung.
Negoro (1998: 23) mengemukakan bahwa jika suatu bangun tidak seluruhnya terletak dalam bidang, maka bangun itu disebut bangun ruang. Bangun ruang sisi lengkung merupakan bangun ruang yang memiliki permukaan sisi yang bukan merupakan sisi datar. Contoh bangun ruang sisi lengkung adalah Tabung, Kerucut dan Bola.
Volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung merupakan materi esensial yang diberikan di kelas IX SMP semester gasal. Dalam materi ini dibahas tentang volum bangun ruang sisi lengkung dan juga luas sisi dari bangun ruang sisi lengkung.

METODOLOGI PENELITIAN
Setting dan Subyek Penelitian
Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan pada bulan Juli sampai bulan Desember 2007 di SMP Negeri 13 Purworejo Jalan Tentara Pelajar N0 2 Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 40 anak.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik tes dengan menggunakan tes tertulis dan teknik non tes dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara.
Analisis Data
Data yang terkumpul yang berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif komparatif yang dilanjutkan dengan refleksi. Diskriptif komparatif dalam hal ini dengan cara membandingkan hasil tes pada kondisi awal dibandingkan dengan hasil tes pada siklus pertama, dan hasil tes pada siklus pertama dibandingkan dengan hasil tes pada siklus kedua. Sedangkan data yang berbentuk kualitatif yang diperoleh dari proses pembelajaran dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang dilanjutkan refleksi.

Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dalam pembelajaran, peneliti menggunakan pendekatan konstruktivistik. Terdapat dua siklus dalam penelitian ini, dan tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) menentukan perencanaan tindakan; (2) melaksanakan tindakan; (3) melakukan pengamatan hasil tindakan dan (4) melakukan refleksi dari hasil pengamatan.

Hipotesis Tindakan
Melalui pendekatan konstruktivistik pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo tahun pelajaran 2007/2008.

HASIL PENELITIAN
Hasil ulangan harian dari kondisi awal, siklus I dan suklis II dapat dilihat seperti tabel berikut.
Nilai Ulangan Harian
No
Aspek
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
1
Rata-rata hasil evaluasi
62,25
68,00
68,75
2
Banyaknya siswa yang mendapatkan nilai diatas 60,00
27
30
31
3
Ketuntasan belajar
67,5 %
75 %
77,5 %

Dari tabel tersebut dapat dilihat terdapat kenaikan rata-rata hasil evaluasi dari 62,25 pada kondisi awal menjadi 68,00 pada evaluasi siklus I dan 68,75 pada evaluasi siklus II, sehingga dapat dikatakan ada kenaikan sebesar 5,75 dari kondisi awal ke siklus 1, kenaiakan 0,75 dari siklus I ke siklus II serta kenaikan 6,50 dari kondisi awal ke siklus II. Banyaknya siswa yang mendapatkan nilai diatas batas tuntas pada kondisi awal adalah 27 menjadi 30 anak pada siklus I dan 31 anak pada siklus II, sehingga dapat dikatakan ada kenaikan sebanyak 3 anak dari kondisi awal ke siklus 1, kenaiakan 1 anak dari siklus I ke siklus II serta kenaikan sebanyak 4 dari kondisi awal ke siklus II.  Banyaknya siswa yang mendapatkan nilai diatas 60,00 juga mengalami kenaikan dari 67,5 % menjadi 75 % di siklus I dan 77,50 % pada evaluasi siklus II, sehingga dapat dikatakan ada kenaikan sebesar 7,5% dari kondisi awal ke siklus 1, kenaiakan 7,5% dari siklus I ke siklus II serta kenaikan 15% dari kondisi awal ke siklus II. Sehingga hipotesis yang berbunyi melalui pendekatan konstruktivistik pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo tahun pelajaran 2007/2008, dapat diterima.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Melalui pendekatan konstruktivistik pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo tahun pelajaran 2007/2008


Saran
Penelitian ini membuktikan bahwa melalui pendekatan konstruktivistik pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan volum dan luas sisi bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Purworejo tahun pelajaran 2007/2008. Dengan demikian penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Ella Yulaelawati. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Pakar Raya.
Lambas ,dkk. 2004. Matematika. Modul Pelatihan Terintegrasi. Jakarta: Depdiknas.
Negoro ST dan Harahap B. 1998. Ensiklopedia Matematika. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Di muat di jurnal
BHAKTI UTAMA
Surakarta
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar